Kamis, 12 April 2018

TUGAS 4


Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian, karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Jenis – jenis pengangguran berdasarkan ciri-cirinya:
  • Pengangguran terbuka, adalah pengangguran yang terjadi karena lowongan pekerjaan yang lebih rendah dan pertambahan tenaga kerja. Akibatnya, perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan. 
  • Pengangguran tersembunyi, adalah pengangguran yang terjadi karena kelebihan tenaga kerja yang digunakan. Contohnya iala pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan dan keluarga petani dengan anggota keluarga yang besar mengerjakan luas tanah yang sangat kecil. 
  • Pengangguran musiman, ialah pengangguran yang terjadi karena faktor kondisi iklim yang biasanya disektor pertanian dan perikanan karena pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat melakukan pekerjaan dan terpaksa menganggur. Pada musim kemarau para petani tidak dapat mengerjakan tanahnya 
  • Pengangguran menganggur, adalah pengangguran yang hanya bekerja satu sampai dua hari seminggu atau satu sampai empat jam sehari. 
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. 

Hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional
1. Tidak stabilnya kurs mata uang asing
2. Kebijakan ekonomi internasional yang dilakukan oleh pemerintah
3. Adanya kebijakan impor dari suatu negara
4. Perbedaan mata uang
5. Proses dan prosedur ekspor impor yang panjang dan lama
·        Neraca perdagangan internasional positif (surplus) adalah jika jumlah ekspor suatu negara lebih besar dari pada jumlah impor.
·        Neraca perdagangan internasional negarif (Defisit) adalah jika jumlah impor suatu negara lebih besar dari jumlah ekspor

Kamis, 29 Maret 2018

TUGAS 3

Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.
Sifat-sifat pertumbuhan ekonomi :
1.     Suatu proses
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung berlangsung secara terus-menerus bukan merupakan kegiatan yang sifatnya insidental ( tidak sengaja).
2.     Usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi jika terjadi kenaikan dalam hal pendapatan per kapita, karena kenaikan pendapatan kenaikan per kapita itu  merupakan cerminan terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.
3.     Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang
Pendapatan per kapita secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa pendaptan per kapita harus mengalami kenaikan secara terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.
4.     Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau kelembagaan.
Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita juga harus diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan dengan menggunakan tenaga hewan, sekarang berganti meggunkan traktor.
Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dengan kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun. Pendapatan nasional dapat juga diartikan sebagai hasil produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun.
1.     Kualitas Sumber Daya Manusia
Sudah kita ketahui bahwa untuk menghitung besarnya pendapatan nasional, yaitu dengan pendekatan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Salah satu komponen di dalam pendekatan tersebut adalah upah (W) yang diterima oleh pemilik faktor produksi tenaga kerja. Tenaga kerja yang unggul dan juga memiliki kompetensi sesuai bidang pekerjaannya bisa menerima upah yang lebih besar dibandingkan dengan tenaga kerja yang memiliki kemampuan rendah, hingga bisa memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan nasional. Kualitas tenaga kerja yang tinggi itu bisa diperoleh melalui proses pendidikan formal maupun juga pelatihan. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin memungkin kan pula untuk memperoleh jabatan pekerjaan yang lebih tinggidan menghasilkan gaji yang besar atau semakin terlatih seseorang tenaga kerja maka akan semakin besar pula upah yang diterima.
2.     Keadaan Sumber Daya Alam
Keadaan alam suatu negara akan mempengaruhi pendapatan nasional negara tersebut. Keadaan alam meliputi keadaan geografis, sumber daya alam yang tersedia dan iklim suatu negara. Semakin banyak sumber daya alam di suatu negara dan digunakan untuk berproduksi maka akan semakin menghasilkan keuntungan yang banyak. Begitu juga dengan kondisi geografis dan iklim yang stabil (jarang terjadi bencana) memberikan peluang yang lebih besar untuk bisa menarik investor agar menanamkan modalnya di negara tersebut. Dengan kata lain, kondisi alam yang kondusif akan membantu meningkatkan pendapatan nasional.
3.     Ketersediaan Modal
Modal memiliki andil yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan nasional. Suatu negara yang memiliki modal yang besar untuk mengolah sumber daya dan melakukan produksi maka bisa dipastikan pendapatan nasionalnya akan tinggi, sementara negara yang kekurangan modal sehingga tidak bisa melakukan kegiatan produksi maka pendapatan nasionalnya akan rendah.
4.     Stabilisasi dan Kebijakan Yang Mantap
Kebijakan pemerintah harus lah jelas, adil dan tegas karena bila tidak maka akan menghambat jalannya roda perekonomian. Kebijakan yang baik harus di dukung juga oleh aparatur negara yang berkualitas agar pelaksanaan kebijakan bisa dilakukan oleh semua pihak dengan penuh rasa tanggung jawab.
5.     Kesejahteraan Masyarakat
Masyarakat yang sejahtera akan memiliki daya beli yang tinggi, tingkat menabung dan investasi yang tinggi pula hingga bisa menggulirkan roda perekonomian dan juga meningkatkan pendapatan nasional suatu negara.


Kondisi perekonomian negara merupakan tolak ukur kesuksesan suatu negara. Maka dari itu sebuah negara dapat dikatakan makmur apabila pendapatan per kapita / pertumbuhan yang tinggi. Teknologi menjadi salah satu faktor sebuah negara dapat memiliki pertumbuhan yang tinggi. Selain itu adanya inovasi dan kreatifitas masyarakat yang dimiliki berpean penting untuk tercapainya pendapatan per kapita yang tinggi. Tetapi jika pertumbuhan yang dimiliki suatu negara tidak seimbang maka negara tersebut tidak dapat dikatakan sejahtera. Maka dari itu, pemerataan dan pendistribusian yang adil menjadi faktor penting untuk mengurangi terjadinya kemiskinan,pengangguran, dan tidak berkembangnya daerah-daerah terpencil.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendapatan_nasional

Selasa, 27 Maret 2018

TUGAS 2



Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para produsen, konsumen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga terbentuk satu kesatuan yang teratur dan dinamis sehingga kekacauan dalam bidang ekonomi dapat dihindari.

1. Sistem Ekonomi Tradisional
Pemecahan masalah dalam sistem ekonomi tradisional dilakukan sesuai dengan kebiasaan/tradisi. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah teknologi rendah, produktivitas rendah, setiap anggota masyarakat belum punya motivasi untuk mengembangkan harta yang dimiliki. Masyarakat juga sulit berubah karena ada kecenderungan penolakan.
2. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis
Sistem ekonomi ini mengedepankan mekanisme pasar (jumlah permintaan dan penawaran) dalam menjawab permasalahan ekonomi yang mendasar. Sistem ekonomi ini disebut juga dengan sistem ekonomi liberal karena adanya kebebasan bagi masyarakat dalam berusaha. Sering juga disebut sistem ekonomi kapitalis karena peran kepemilikan modal sangat berpengaruh terhadap keberhasilan ekonomi. Siapa yang punya modal besar, maka semakin besar pula kemungkinan dia untuk bertahan di kegiatan perekonomian. Ciri khas dari sistem ekonomi ini adalah minimnya peran negara dalam mengatur perekonomian.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ini merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan komando. Akibatnya, peran pemerintah dan swasta sama besar. Adapun ciri khas dari sistem ekonomi campuran adalah pemerintah mempunyai kekuasaan penuh terhadap SDA, ada pembagian badan usaha milik negara dan milik swasta, pemerintah menyusun kebijakan strategis dalam pengelolaan ekonomi, perusahaan diberikan kebebasan, tetapi pemerintah mengawasi kegiatannya.
4. Sistem Ekonomi Terpusat/Komando (Sosialis)
Sistem ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia, RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi Pancasila yang dalamnya terdapat makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi berdasarkan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotong royongan dari, ole, dan untuk rakyat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.

Dengan adanya perbedaan sistem perekonomian disetiap negara menandakan bahwa setiap negara memiliki sumber daya manusia , sda, dan teknologi yang berbeda sehingga setiap negara memiliki cara masing-masing untuk mengatur perekonomian didalam negara tersebut. Perbedaan teknologi memiliki dampak yang cukup besar terhadap bagaimana negara ingin menggunakan sistem ekonomi yang ada. Dampak adanya perbedaan teknologi yang ada terhadap sistem perekonomian disuatu negara yaitu masing-masing negara bebas mengembangkan teknologi yang mereka memiliki sesuai dengan prinsip perekonomian yang mereka miliki. Sehingga, setiap negara memiliki kelebihan masing-masing yang dapat digunakan untuk perkembangan negara mereka tersebut agar lebih maju. Sama halnya dengan perbedaan sumber daya manusia, perbedaan itu akan mengukur kualitas SDM yang dimiliki. Dengan majunya sistem perekonomian yang digunakan maka kualitas SDM yang dimiliki akan lebih baik. Sehingga menyebabkan tingkat pengangguran menurun dan kemampuan SDM yang dimiliki lebih baik. Maka dari itu tingkat pengangguran dan kesejahteraan di setiap negara pasti berbeda tergantung bagaimana sistem pereknomian yang digunakan sesuai dengan kemampuan negara tersebut.

sumber:

Jumat, 16 Maret 2018

TUGAS 1


Pengertian pembangunan ekonomi merupakan sebuah proses perubahan untuk menuju masa yangg dinilai lebih baik yang dilakukan secara terencana dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat suatu negara. Pada umumnya, pembangunan ekonomi didefinisikan sebagi usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan per kapita dengan memperlihatkan pertumbuhan dari penduduk di suatu negara. Faktor yang memengaruhi pembangunan ekonomi terdiri dari modal fisik yang didalamnya meliputi: modal, sdm, sda, dan kewirausahaan atau entrepreneurship.
Sedangkan pengertian pertumbuhan ekonomi merupakan sebuah upaya dalam meningkatkan jumlah produksi barang maupu jasa pada sebuah negara. Pada umumnya pertumbuhan menggambarkan tingkat pengembangan pada sektor prodduksi. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah SDM atau sumber daya manusia yang berpotensi, SDA atau sumber daya alam, IPTEK atau ilmu pengetahuan dan teknologi, nilai sosial budaya, keadaan politik, sistem pemerintahan. Misalnya saja akuntan, insinyur, arsitek dan lai sebagainya.
Melakukan pemerataan pembangunan sangatlah penting. Pemerataan pembangunan dapat dilakukan dengan membangun akses-akses jalan ke daerah yan sulit terjangkau agar lalu lintas ekonomi yang ada akan lebih gampang terkendali dan dilakukan. Pemerataan pembangunan tidak hanya membenahkan dalam soal infrastruktur saja tetapi juga mengupayakan pemerataan di pendidikan dan kesehatan agar SDM yang dimiliki negara akan meningkat. Pendidikan contoh nya dengan menyumbangkan buku-buku gratis kesekolah yang berada dipedalaman dan membangun sekolah.  Dengan diupayakan adanya pemerataan pembangunan maka, potensi pertumbuhan ekonomi di dalam negeri pun akan meningkat pula karena terjadinya perkembangan yang signifikan di pengelolaan fisik, SDA dan SDM yang dimiliki.
Jadi , jika saya sebagai pengambil kebijakan pembangunan saya akan mengutamakan untuk melakukan pemerataan pembangunan karena dengan meratanya pembangunan yang ada di dalam negeri maka pertumbuhan ekonomi pun pasti meningkat. Sedangkan jika kita hanya memfokuskan terhadap pertumbuhan ekonomi belum tentu pemerataan pembangunan akan tercapai, biasanya malah hanya beberapa daerah saja yang dapat berkembang untuk memajukan daerah nya dan beberapa daerah yang susah untuk dijangaku akan terbengkalai.

Sumber :

Rabu, 10 Januari 2018

FORECASTING / PERAMALAN

Forecasting/peramalan dari bisnis retail dan bisnis online di era mendatang
Pengantar Bisnis


Oleh :
Ervina salsabillah w
21217986
1EB09

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Gunadarma
2018



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ketika kita berbicara forecasting atau peramalan adalah krusial di dalam pembahasan kebijakan publik. Kata kunci dari forecasting adalah kegiatan untuk menentukan informasi aktual tentang situasi di masa depan dari konsekuensi kebijakan yang dikeluarkan pada kondisi sekarang.
Tujuan dari forecasting adalah; Pertama, memberikan informasi mengenai kebijakan di masa depan dan konsekuensinya. Kedua,adalah melakukan control dan intervensi kebijakan guna mem
pengaruhi perubahan, sehingga menguranggi risiko yang besar.
1.2 Rumusan Masalah
      1.    Pengertian forcasting/peramalan
      2.    Tujuan forecasting
      3.    Fungsi forecasting
      4.    Jenis - jenis forecasting
      5.    Forecasting dalam bisnis retail dan online di mendatang




BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian forecasting
Peramalan atau forecasting yaitu aktivitas memprediksi atau memperkirakan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang dengan waktu yang relatif lama. Pengertian lain dari peramaan (forecasting) adalah suatu teknik analisa perhitungan yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif ataupun keuantitatif untuk melakukan perkiraan peristiwa pada masa depan dengan penggunaan referensi data-data pada masa lalu.
2.2 Tujuan forecasting
Menurut Heizer dan Render (2009:47), peramalan (forecasting) mempunyai tujuan antara lain:
  • Sebagai pengkaji kebijakan perusahaan yang berlaku disaat ini dan dimasa lalu dan juga melihat sejauh mana pengaruh dimasa datang.
  • Peramalan dibutuhkan karena terdapat time lag atau delay antara ketika suatu kebijakan perusahaan ditetapkan dengan ketika implementasi
  • Peramalan adalah dasar penyusutan bisnis di suatu perusahaan sehinga bisa meningkatkan efektivitas sebuah rencana bisnis.
2.3 Fungsi forecasting
Kegunaan atau manfaat dari peramalan adalah sebagai berikut:
  • Sebagai alat bantu untuk merencanakan yang efektif dan efisien
  • Untuk menetapkan kebutuhan sumber daya pada masa yang akan datang
  • Untuk membuat keputusan yang tepat
2.4 Jenis – jenis forecasting
Menurut Herianto (2008:78) berdasarkan horizon waktu, peramalan (forecasting) bisa dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:
  • Peramalan Jangka Panjang
    Adalah yang meliputi waktu yang lebih panjang dari 18 bulan, seperti contohnya peramalan yang dibutuhkan dalam hubungannya dengan penanaman modal, merencanakan fasilitas dan merencanakan untuk kegiatan litbang.
  • Peramalan Jangka Menengah
    Adalah yang meliputi waktu antara 3 sampai 18 bulan, seperti contohnya peramalan untuk merencanakan penjualan, merencanakan produksi dan merencanakan tenaga kerja tidak tetap
  • Perencanaan Jangka Pendek
    Adalah yang meliputi jangka waktu kurang dari tiga bulan. Seperti contohnya peramalan dalam keterkaitannya dengan merencanakan pembelian material, membuat jadwal kerja dan menugaskan karyawan.
Menurut Heizer dan Render (2009:47) berdasaskan fungsi dan perencanaan operasi pada masa depan, peramalan (forecasting) dibedakan menjadi tiga jenis yakni:
  • Peramalan Ekonomi (Economic Forecast)
    Peramalan ini membahas siklus bisnis dengan prediksi tingkat inflasi tersedianya uang, dana yang diperlukan untuk pembangunan perumahan dan indikator perencanaan lainnya.
  • Peramalan Teknologi (Technological Forecast)
    Peramalan ini memahami tingkat kemajuan teknologi yang bisa meluncurkan produk baru yang menarik yang memerlukan pabrik dan peralatan yang baru
  • Peramalan Permintaa (Demand Forecast)
    Adalah proyeksi permintaan pada produk atau layanan perusahaan. Proyeksi permintaan produk atau layanan suatu perusahaan, peramalan ini juga bisa disebut dengan peramalan penjualan yang menjadi pengendali produksi, kapasitas dan juga sistem penjadwalan dan menjadi input untuk merencanakan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia.
Menurut Saputro dan Asri (2000:148) berdasarkan jenis data ramalan yang disusun, peramalan jenis ini dibedakan menjadi dua, yakni:
  • Peramalan Kualitatif
    Adalah peramalan yang berdasar pada kualitatif di masa lalu. Hasil ramalan yang dibuat sangat bergantung dari orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena peramalan tersebut ditentukan menurut pemikiran yang sifatnya intuisi, pendapat dan pengetahuan serta pengalaman dari penyusunnya.Seringkali peramalan yang dengan kualitatif ini berdasarkan pada hasil penyelidikan seperti pendapat salesman, pendapat sales manajer, pendapat para ahli dan survey konsumen.
  • Peramalan Kuantitatif
    Adalah peramalan yang berdasar pada data penjualan di masa lalu. Hasil peramalan yang dibuat adalah bergantung dari metode yang digunakan dalam peramalan tersebut. Pemakaian metode yang berbeda akan dihasilkan hasil yang berbeda pula.
Menur Ginting (2007) berdasarkan sifat penyusunnya, peramalan dibedakan menjadi dua jenis, yakni:
  • Peramalan Subjektif
    Adalah peramalan yang berdasar pada perasaan atas intuisi dari orang yang menyusunnya.
  • Peramalan Objektif
    Adalah peramalan yang berdasar pada data yang relevan di masa lalu dengan memakai teknik-teknik dan metode-metode dalam menganalisa data tersebut.
2.5 Forecasting dalam bisnis retail dan online di mendatang
        Bisnis ritel di Indonesia termasuk salah satu bisnis yang cukup menjanjikan karena mempunyai prospek bagus di masa yang akan datang. Meskipun sempat dilanda krisis yang mengakibatkan hampir semua sektor ekonomi dilanda kelesuan dan hanya sedikit yang mampu bertahan, industri ritel masih mempunyai kemampuan untuk berinvestasi di masa sulit. Walaupun krisis belum reda, situasi perekonomian dapat dikatakan mulai membaik sejak tahun 2000.     
Ekonomi Indonesia tumbuh meskipun hanya sekitar 3%. Keadaan ini dilihat kalangan pebisnis terutama para pengusaha ritel sebagai prospek yang patut dipertimbangkan untuk melanjutkan investasi yang sempat tertunda. Arus modal kembali mengalir pada pembangunan gerai-gerai baru, terutama di Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya. Fenomena ini menunjukkan bahwa negara Indonesia mempunyai potensi dan daya tarik yang cukup besar untuk bisnis ritel, terutama karena adanya faktor demografi jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan adanya wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.
Industri ritel di Indonesia memberikan kontribusi yang besar terhadap Produk  Domestik Bruto (PDB) dan juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Sebagai negara yang membangun, angka pertumbuhan industri ritel Indonesia dipengaruhi oleh kekuatan daya beli masyarakat, pertambahan jumlah penduduk, dan juga adanya kebutuhan masyarakat akan pemenuhan produk konsumsi.
Sumber :

Sabtu, 18 November 2017

PERUSAHAAN

PERUSAHAAN
PENGANTAR BISNIS








Nama : Ervina Salsabillah Wijanarko
NPM : 21217986
Kelas : 1EB09


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kali ini saya akan membahas tentang perusahaan dari mulai pengertian,ciri-ciri,tempat dan kedudukan perusahaan hingga jenis-jenis perusahaan. Selain itu saya juga akan menyampaikan pendapat saya tentang perusahaan start up di Indonesia yang sedang berkembang.
Perusahaan sendiri merupakan tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.Untuk lebih jelas lagi saya akan menjelaskan didalam blog saya yang berujudul “Perusahaan”.
1.2 Rumusan Masalah
1.    Apa itu perusahaan?
2.    Apa saja tempat kedudukan dan letak perusahaan?
3.    Jelaskan jenis – jenis perusahaan dan lembaga sosial!
4.    Jelaskan tentang perusahaan start-up!
5.    Jelaskan menurut sudut pandang kamu tentang perkembangan perusahaan start-up di Indonesia!

1.3 Manfaat

1.    Memberikan penjelasan lengkap kepada pembaca terhadap perusahaan
2.     Memberikan masukan atau analisis tentang perusahaan start-up yang ada di Indonesia
3.    Memberikan informasi pagi pembaca




BAB II
ISI

2.1        Definisi Perusahaan
           Adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.
2.2 Tempat kedudukan dan letak perusahaan
Pemilihan tempat dan letak perusahaan, factor penting untuk menjamin tercapainya:
·         Tujuan perusahaan
·         Efisiensi perusahaan
·         Daerah pemasaran produk
·         Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
Tempat Kedudukan Perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga lainnya.
Letak Prusahaan adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
Jenis-Jenis Letak Perusahaan
          Dibedakan menjadi 4, yaitu :
  • Terikat pada alam
            Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
                   Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
  • Terikat sejarah
Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu  daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
                   Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
  • Ditetapkan oleh pemerintah
Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
  • Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.

2.3  Jenis – jenis perusahaan
1. Perusahaan Ekstraktif 
Perusahaan Ekstraktif adalah perusahaan yang bidang usahanya memungut benda-benda yang tersedia di alam secara langsung. Perusahaan yang termasuk kelompok perusahaan ekstratif antara lain pertambangan penangkapan ikan, penebangan kayu, pemungutan rumput laut, dan pembuatan garam. Perusahaan pertambangan ialah perusahaan yang usaha menghali dan mengolah barang-barang tambang, misalnya pertambangan minyak bumi, besi batu bara, timah, dan nikel

2. Perusahaan Agraris 
Perusahaan Agraris adalah perusahaan yang usahanya mengolah dan memanfaatkan tanah agar menjadi lahan yang berdayaguna dan berhasil guna untuk memenuhi kebutuhan. Perusahaan agraris meliputi pertanian, perkebunan, perikanan (pemerihara ikan), dan peternakan. Perusahaan pertanian ialah perusahaan yang usahanya mengolah tanah menjadi lahan pertanian, kemudian ditanami tumbuh-tumbuhan agar menghasilkan bahan untuk memenuhi kebutuhan. Contohnya, pertanian padi, kacang tanah, hortikultura, perkebunan karet, kopi, teh, dan kina.

3. Perusahaan Industri 
Perusahaan Industri adalah perusahaan yang usahanya mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (bahan baku), atau mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
Contoh : 
·            Perusahaan kerajinan rotan mengolah bahan mentah (rotan) menjadi barang jadi (misalnya kursi rotan dan anyaman rotan)
·            Perusahaan tepung terigu mengolah bahan mentah (gandum) menjadi bahan baku (tepung terigu).
·            Perusahaan roti mengolah bahan baku (tepung terigu) menjadi barang jadi (roti).
·            Perusahaan mobil, pupuk, kimia, obat-obatan dan sepatu.
4. Perusahaan Perdagangan 
Perusahaan perdagangan adalah perusahaan yang usahanya mengumpulkan dan menyalurkan barang-barang hasil produksi dari produsen (pembuat) kepada konsumen (pemakai). Contoh perusahaan perdagangan ialah usaha pertokoan serta perdagangan ekspor dan impor.

5. Perusahaan Jasa 
Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang usahanya menyelenggarakan jasa untuk para konsumen (pemakai) dengan memperoleh imbalan
Contoh : 
·            Perusahaan pengangkutan bus
·            Jasa bank dan jasa pergudangan
·            Jasa seorang dokter, jasa seorang penjahit.

2.4           Lembaga sosial
Lembaga sosial atau yang juga sering disebut lembaga kemasyarakatan adalah kelompok sosial yang terbentuk dari nilai, norma, adat istiadat, kepribadian dan usur lain yang berkembang di dalam suatu lingkungan masyarakat. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari keinginan dan kebutuhan masyarakat akan keteraturan dalam menjalani kehidupan bersama, oleh karena ini salah satu fungsi lembaga sosial adalah untuk mengatur tata cara menjalin hubungan antar manusia.
Ø Klasifikasi macam jenis jenis lembaga sosial
1. Berdasarkan Fungsinya
§  Lembaga sosial Operative, merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk membentuk dan menghimpun pola atau cara yang diperlukan dalam lingkungan masyarakat yang bersangkutan.
§Lembaga sosial Regulative, merupakan lembaga sosial yang berfungsi untuk mengawasi kebiasaan, adat, dan perilaku masyarakat.
2. Berdasarkan Penyebarannya
§  Lembaga Sosial General, merupakan lembaga sosial dengan penyebaran luas yang dikenal hampir oleh semua lapisan masyarakat.
§  Lembaga Sosial Restricted, merupakan lembaga sosial dengan penyebaran sempit yang hanya dikenal oleh sebagian kecil masyarakat.
3. Berdasarkan Nilai yang diterima dalam masyarakat
§  Lembaga sosial Basic, merupakan lembaga sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat.
§  Lembaga sosial Subsidiary, merupakan lembaga sosial yang berkaitan dengan hal hal yang dianggap kurang penting atau setiap lapisan masyarakat memiliki pandangan yang berbeda terhadap hal – hal tersebut. Contohnya rekreasi.
4. Berdasarkan proses pembentukannya
§  Lembaga sosial Cresive, merupakan lembaga sosial yang tumbuh secara tidak sengaja dan tidak direncanakan. Kebanyak lembaga sosial cresive tumbuh karena adat istiadat dalam masyarakat.
§  Lembaga Sosial Enacted, merupakan lembaga sosial yang terbentuk secara disengaja untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah jelas.
5. Berdasarkan Penerimaannya dalam masyarakat
§  Lembaga sosial yang diterima (Approved Institution), merupakan lembaga sosial yang diterima oleh hampir semua kalangan masyarakat.
§  Lembaga sosial yang tidak diterima (Unsanctioned Institution), merupakan lembaga sosial yang ditolak oleh masyarakat tetapi lembaga sosial ini tetap ada karena sangat sulit untuk diberantas. 
6. Berdasarkan Jenisnya
a. Lembaga Keluarga
Keluarga merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat dan juga sebagai lembaga sosial pertama yang dimasuki seseorang setelah dilahirkan. Keluargaa terdiri dari beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dalam keadaan saling berketergantungan satu sama lain. Pemegang kekuasan tertinggi dalam keluarga adalah kepala keluarga (ayah). Keluarga memiliki peranan yang kuat dalam membentuk kepribadian seseorang.

b. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan adalah lembaga sosial tempat berlangsungnya proses belajar mengajar yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku individu menuju ke arah yang lebih baik melalui interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Fungsi lembaga pendidikan antara lain:
§  Transmisi (Pemindahan) Kebudayaan
§  Mengajarkan Peranan sosial
§  Mengajarkan dan membentuk corak kepribadian
§  Sumber inovasi sosial
§  Menjamin integrasi sosial
c. Lembaga Agama
Lembaga agama adalah lembaga sosial yang didalamnya terdapat praktek yang berhubungan dengan kepercayaan agama dan hal hal suci yang berguna untuk mempersatukan umat beragama. Fungsi lembaga agama adalah sebagai berikut :
§  Sumber Kebenaran
§  Memberikan tuntunan tentang pedoman hidup
§  Pengatur tata cara berhubungan dengan manusia dan berhubungan dengan tuhan
§  Memberikan ketereangan tentang tuntuan yang salah dan penar.
§  Dll.
d. Lembaga Kesehatan
Lembaga kesehatan adalah lembaha yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan berusaha menjaga masyarakat dalam keadaan sehat baik secara fisik maupun secara mental. Sehat yang dimaksud disini adalah keadaan sejahtera secara psikis, fisik dan sosial sehingga memungkin setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomi.

e. Lembaga Politik
Lembaga politik merupakan lembaga yang menangani masalah administrasi, tata tertib dan aturan umum demi tercapainya keamanan dan ketentraman dalam masyarkat. Dalam menjalankan fungsinya, lembaga politik akan berhubungan dengan lembaga hukum karena mereka saling berkaitan satu sama lain. Fungsi lembaga politik antara lain :
§  Melaksanakan undang undang
§  Menyelesaikan konflik dalam masyarakat
§  Berusah meningkatkan pelayanan dan fasilitas
§  Melindungi masyarakatnya dari warga negara atau bangsa lain.
§  Pelembagaan norma melalui undang undang

f. Lembaga Budaya
lembaga budaya adalah lembaga publik suatu masyarakat yang berperan dalam menjaga dan mengembangkan budaya, ilmu pengetahuan, seni, lingkungan dan pendidikan pada suatu lingkungan masyarakat. Fungsi lembaga budaya adalah sebagai elemen yang memiliki kepedulian terhadap eksistensi dan kelangsungan seni budaya di suatu daerah. Dengan adanya lembaga budaya diharapkan seni dan budaya akan tetap lestari dan berkembang.

g. Lembaga Hukum
Lembaga hukum adalah salah satu lembaga sosial yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan yang akan menjaga kedamaian dan keteraturan dalam pergaulan hidup bermasyarakat. Dalam menjalankan fungsinya, lembaga hukum berhubungan erat dengan lembaga politik. Beberapa fungsi lembaga hukum antara lain adalah sebagai berikut :
§  Sebagai alat pengatur tata tertib hubungan masyarakat.
§  Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial secara lahir dan batin.
§  Sebagai penentuan alokasi wewenang secara terperinci.
§  Sebagai penyelesai sengketa dalam masyarakat.
h. Lembaga Ekonomi
Lembaga Ekonomi adalah lembaga yang kegiatannya berhubungan dengan ekonomi dan bertujuan untuk membuat kebutuhan masyarakat terpenuhi. Artinya lembaga ekonomi merupakan lembaga sosial yang mengatasi masalah tentang cara produksi, distribusi, promosi atau pelayanan barang dan jasa yang diperlukan dalam masyarakat. 

2.5           Perusahaan Start-up
Pengertian startup adalah sebuah perusahaan yang baru saja di bangun atau dalam masa rintisan, namun tidak berlaku untuk semua bidang usaha, istilah startup ini lebih di kategorikan untuk perusahaan bidang teknologi dan informasi yang berkembang di dunia internet.
§  Sejarah Startup
Istilah startup itu sendiri baru populer pada masa buble dot-comBuble dot-com adalah masa di mana banyak terdapat perusahaan yang mulai mengenal internet dengan membuka website pribadi mereka dengan domain .com dan menjadikannya sebagai ladang baru dalam berbisnis, yakni antara tahun 1998 hingga 2000. 

Pada masa itu, internet tengah dalam masa perkembangan sehingga banyak juga perusahaan baru yang bermunculan. Pada saat itulah startup mulai lahir serta berkembang.
Beberapa perusahaan yang muncul kala itu dan masih bertahan hingga kini diantaranya adalah Yahoo dan Google. Dari fenomena buble dot-com, startup selalu diidentikan dengan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi saja. Padahal, istilah startup juga bisa digunakan untuk perusahaan berkembang lainnya di berbagai bidang.

§  Karakteristik Startup

Ada beberapa karakteristik tertentu yang menjadikan sebuah perusahaan dapat disebut sebagai perusahaan startup. Berikut karakteristiknya:

1. Usia perusahaan tersebut masih kurang dari 3 (tiga) tahun
2. Jumlah pegawai pada perusahaan kurang dari 20 orang
3. Pendapatan perusahaan per tahunnya kurang dari $ 100.000
4.             Perusahaan juga masih dalam tahap perkembangan
5.             'Biasanya' perusahaan startup ini bergerak dalam bidang teknologi
6.             Produk yang dibuat oleh perusahaan startup biasanya adalah aplikasi serta berbentuk digital
7.             Perusahaan startup juga biasanya beroperasi melalui website

2.6           Perkembangan perusahaan start up indonesia
Perkembangan Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat menggembirakan. Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder-founder (pemilik) Startup baru bermunculan. Menurut dailysocial.net, sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 Startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Startup.
Menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok yaitu Startup pencipta game, Startup aplikasi edukasi serta Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi. Menurutnya Startup game dan aplikasi edukasi punya pasar yang potensial dan terbuka di Indonesia. Hal ini dikarenakan proses pembuatan game dan aplikasi edukasi relatif mudah.
Dengan berkembangnya media sosial dan smartphone, pasar untuk mobile game dan social game semakin besar. Sementara itu untuk aplikasi atau website yang bergerak di bidang e-commerce dan informasi, Rama menilai tantangannya di Indonesia masih cukup besar dikarenakan masih minimnya penggunaan kartu kredit. Namun untuk yang berbau informasi atau berita berbagai tema, perkembangannya justru jauh lebih pesat lagi.
Di Indonesia sekarang ini telah banyak berdiri komunitas founder-founder Startup. Seperti Bandung Digital Valley (bandungdigitalvalley.com), Jogja Digital Valley (jogjadigitalvalley.com), Ikitas (www.ikitas.com) Inkubator Bisnis di Semarang, Stasion (stasion.org) wadah bagi Startup lokal kota Malang, dan masih banyak lagi yang lainnya. Dengan adanya komunitas ini tentunya akan memudahkan para founder untuk saling sharing, membimbing bahkan untuk menjaring investor. Para founder dapat pula mengikuti kompetisi yang diadakan oleh beberapa perusahaan seperti Telkom untuk menjadi investor mereka.
Hal yang paling utama untuk mendirikan Startup adalah tim yang solid, karena dengan adanya tim yang solid bisa memunculkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif. Dengan ide dan eksekusi yang tepat, tentunya para founder tidak akan kesulitan menarik minat masyarakat maupun mencari investor.
Sumber: